“Guru Tak Lagi Kalah oleh AI!” Hari Ketiga Pelatihan WANGSIT Rupabagi Al Fiqoriyah Buktikan Teknologi Jadi Sahabat Baru Pendidikan

Bojonggede, Bogor – 24 Juni 2026 — Semangat transformasi pendidikan berbasis teknologi semakin terasa di lingkungan Yayasan Pondok Pesantren Al Fiqoriyah. Memasuki hari ketiga Pelatihan Program WANGSIT Rupabagi (Ruang Belajar dan Berbagi) Guru Profesional dengan tema “Guru Masa Depan: Menguasai Era AI untuk Tetap Relevan dan Berdampak”, para peserta diajak mendalami pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) untuk menyusun perencanaan pembelajaran yang lebih terstruktur, sistematis, dan efektif.
Kegiatan yang berlangsung pada Rabu, 24 Juni 2026 di Aula Yayasan Pondok Pesantren Al Fiqoriyah, Waringin Jaya, Bojonggede, Bogor ini menghadirkan Reza Ahmad Wildan, M.Pd. sebagai pemateri. Hadir pula jajaran Pengurus Yayasan, Kepala MI, MTs, dan MA, serta seluruh Majelis Guru Yayasan Pondok Pesantren Al Fiqoriyah (YPPAF).
Pada sesi pertama, peserta mempelajari sistematika dan alur kerja penyusunan Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) dengan bantuan AI. Materi diawali dengan review Capaian Pembelajaran (CP), dilanjutkan prinsip penyusunan ATP yang logis dan bertahap, hubungan ATP dengan kalender pendidikan, hingga praktik pemetaan alokasi waktu pembelajaran sebagai dasar penyusunan program yang rasional.

Sementara pada sesi kedua, peserta diajak memahami bagaimana data yang akurat dan instruksi yang tepat dapat menghasilkan ATP yang berkualitas melalui pemanfaatan Claude AI. Para guru secara langsung mempraktikkan penyusunan ATP dengan pendekatan yang sistematis, mulai dari penyusunan konteks data, penyusunan instruksi (prompt), hingga menghasilkan dokumen ATP yang siap digunakan dalam proses pembelajaran.
Salah satu momen yang paling menarik adalah ketika para peserta mempresentasikan hasil pembuatan bahan ajar dan perangkat pembelajaran yang telah mereka susun menggunakan bantuan AI. Berbagai inovasi dan ide kreatif muncul dari setiap kelompok, menunjukkan bahwa teknologi mampu menjadi alat yang mempercepat pekerjaan guru tanpa menghilangkan kreativitas dan peran profesional pendidik.
Suasana pelatihan berlangsung penuh antusiasme. Banyak peserta mengaku merasa lebih percaya diri dan bahagia karena AI membantu menghemat waktu dalam menyusun perangkat pembelajaran yang sebelumnya membutuhkan proses yang panjang dan melelahkan.
“AI bukan untuk menggantikan guru, tetapi membantu guru bekerja lebih efektif sehingga dapat lebih fokus pada pembinaan karakter dan pembelajaran yang bermakna,” ungkap Reza Ahmad Wildan, M.Pd. dalam sesi refleksi.
Untuk memperkuat implementasi hasil pelatihan, panitia juga membentuk kelompok belajar berbasis koordinator atau ketua kelompok yang akan berperan sebagai coach bagi anggota kelompoknya. Metode ini diharapkan mampu menciptakan budaya belajar kolaboratif, saling berbagi praktik baik, serta memastikan seluruh guru dapat mengimplementasikan penggunaan AI secara berkelanjutan dalam tugas profesional mereka.
Melalui Program WANGSIT Rupabagi, Yayasan Pondok Pesantren Al Fiqoriyah menunjukkan komitmennya dalam menyiapkan guru yang adaptif terhadap perkembangan teknologi. Pelatihan ini menjadi bukti bahwa ketika teknologi dan kompetensi guru berjalan beriringan, masa depan pendidikan yang lebih inovatif dan berdampak bukan lagi sekadar harapan, melainkan kenyataan yang sedang dibangun hari ini.
Komentar (0)
- Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!