Dauroh dan Bedah Kitab Sifat Madzmumah Jilid 1, KH. Taufiqul Hakim Kembali Hadir di Al Fiqoriyah Setelah 21 Tahun

Bogor, 15 Juni 2026 – Suasana penuh semangat keilmuan dan kecintaan terhadap dakwah Islam mewarnai kegiatan Dauroh dan Bedah Kitab Sifat Madzmumah Jilid 1 karya KH. Taufiqul Hakim yang diselenggarakan di Yayasan Pondok Pesantren Al Fiqoriyah, Waringin Jaya, Bojonggede, Bogor, pada Senin (15/6/2026). Kegiatan yang diperkirakan dihadiri sekitar 400 jamaah ini menjadi salah satu momentum bersejarah bagi keluarga besar Al Fiqoriyah dan masyarakat Bojonggede.
Hadir secara langsung KH. Taufiqul Hakim, ulama kharismatik asal Jepara, Jawa Tengah, yang dikenal luas sebagai Mushonif AMTSILATI dan Pengasuh Pondok Pesantren Daarul Falah. Kehadirannya disambut hangat oleh Ketua Yayasan Al Fiqoriyah, jajaran Kementerian Agama Kabupaten Bogor, unsur Forkopimcam Bojonggede, tokoh agama, organisasi kemasyarakatan Islam, para guru, wali santri, dan ratusan santri yang memenuhi lokasi kegiatan.
Yang membuat acara ini begitu istimewa adalah karena kunjungan KH. Taufiqul Hakim ke Al Fiqoriyah menjadi kunjungan bersejarah setelah terakhir kali hadir pada tahun 2005, ketika Metode AMTSILATI sedang berkembang pesat sebagai salah satu metode revolusioner dalam pembelajaran kitab kuning. Dua puluh satu tahun kemudian, beliau kembali hadir membawa semangat yang sama: membangkitkan gairah generasi muda untuk mencintai ilmu agama dan mendalami khazanah keilmuan Islam.
Kegiatan diawali dengan penampilan seni budaya Nusantara yang dibawakan para santri. Berbagai pertunjukan yang mengangkat kekayaan budaya Indonesia berhasil menciptakan suasana meriah sekaligus menunjukkan bahwa pesantren mampu memadukan nilai keislaman dengan kecintaan terhadap budaya bangsa.
Dalam sesi utama, KH. Taufiqul Hakim memperkenalkan kembali Metode AMTSILATI, sebuah metode praktis yang telah membantu ribuan santri memahami tata bahasa Arab dan membaca kitab kuning dengan lebih cepat. Beliau juga menjelaskan Fathul Ajib, metode lanjutan yang dirancang untuk memperdalam kemampuan santri dalam memahami teks-teks keislaman secara lebih komprehensif khususnya dalam fan ilmu fiqih.
Tidak hanya itu, para peserta juga diajak menyelami kandungan Kitab Sifat Madzmumah Jilid 1, karya terbaru beliau yang mengupas berbagai sifat tercela yang dapat menghambat kemajuan spiritual seorang muslim. Melalui bahasa yang mudah dipahami dan contoh-contoh yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, kitab ini mengajak umat Islam untuk melakukan muhasabah diri dan memperbaiki akhlak sebagai pondasi utama dalam menuntut ilmu.
Sambutan kegiatan disampaikan oleh Ketua Yayasan Pondok Pesantren Al Fiqoriyah yang menegaskan pentingnya menjaga tradisi keilmuan pesantren di tengah perkembangan zaman. Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bogor yang diwakili oleh Kasi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren) memberikan apresiasi atas kontribusi Al Fiqoriyah dalam mencetak generasi yang berakhlak dan berwawasan keislaman yang kuat.
Acara semakin berkesan karena bertepatan dengan dua momentum penting. Pertama, milad ke-51 KH. Taufiqul Hakim, sosok yang telah mendedikasikan hidupnya untuk pengembangan pendidikan Islam. Kedua, milad ke-50 Yayasan Pondok Pesantren Al Fiqoriyah, sebuah perjalanan panjang yang menjadi bukti nyata pengabdian lembaga dalam membina generasi umat selama setengah abad.
Lebih dari sekadar kegiatan ilmiah, dauroh ini menjadi panggilan bagi seluruh peserta untuk kembali meneguhkan semangat belajar agama. Pesan yang mengemuka sepanjang kegiatan adalah bahwa kemajuan umat tidak hanya dibangun dengan kecerdasan intelektual, tetapi juga dengan akhlak yang mulia dan kesungguhan dalam menuntut ilmu.
Di tengah derasnya arus informasi dan tantangan zaman, pesan yang dibawa KH. Taufiqul Hakim terasa semakin relevan: belajar agama bukan hanya untuk mengetahui, tetapi untuk mengubah diri menjadi lebih baik dan bermanfaat bagi sesama. Semangat inilah yang diharapkan terus hidup di hati para santri dan jamaah, sehingga syiar Islam dapat terus berkembang melalui generasi yang berilmu, berakhlak, dan siap mengabdi untuk agama, bangsa, dan masyarakat.
Dengan hadirnya ratusan jamaah dan berbagai elemen masyarakat, Dauroh dan Bedah Kitab Sifat Madzmumah Jilid 1 tidak hanya menjadi agenda keilmuan, tetapi juga menjadi simbol kebangkitan semangat belajar, memperkuat ukhuwah, dan melanjutkan perjuangan dakwah Islam yang mencerahkan.
Komentar (0)
- Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!