Berita & Kegiatan

Dari Administrasi Berjam-jam Menjadi Hitungan Menit, Guru Al Fiqoriyah Belajar Menaklukkan AI di Hari Kedua Pelatihan WANGSIT RUPABAGI

KegiatanTim Al-Fiqoriyah
Selasa, 23 Juni 2026 12:00 WIB
Suasana kegiatan di hari kedua

Bogor, 23 Juni 2026 – Memasuki hari kedua pelatihan Program WANGSIT RupaBagi (Ruang Belajar dan Berbagi) Guru Profesional bertajuk “Guru Masa Depan: Menguasai Era AI untuk Tetap Relevan dan Berdampak”, para guru di lingkungan Yayasan Pondok Pesantren Al Fiqoriyah (YPPAF) semakin mendalami pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) untuk menjawab tantangan dunia pendidikan modern.

Kegiatan yang berlangsung di Aula Yayasan Pondok Pesantren Al Fiqoriyah, Waringin Jaya, Bojonggede, Bogor, pada Selasa (23/6/2026) ini menghadirkan Reza Ahmad Wildan, M.Pd. sebagai narasumber utama. Pelatihan diikuti oleh pengurus yayasan, kepala MI, MTs, dan MA, serta seluruh majelis guru YPPAF sebagai bagian dari program pengembangan kompetensi guru yang berlangsung pada 22–27 Juni 2026.

Dalam sambutannya, Sekretaris Yayasan menegaskan bahwa guru harus mampu beradaptasi dengan perubahan zaman dan menjadikan teknologi sebagai sarana untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Menurutnya, AI bukan pengganti guru, melainkan alat yang dapat memperkuat peran guru dalam mendidik dan membimbing peserta didik.

Pada sesi pertama bertajuk “AI Empowered Teacher: Literasi dan Produktivitas Guru Masa Depan”, peserta diajak memahami pentingnya growth mindset dan kemampuan adaptasi profesional di tengah pesatnya perkembangan teknologi. Pemateri menjelaskan bahwa penguasaan AI kini menjadi salah satu kompetensi penting yang harus dimiliki guru agar tetap relevan dan memiliki daya saing.

Salah satu materi yang menarik perhatian peserta adalah pembahasan mengenai “Rajin Pakai AI, Tapi Tetap Tertinggal”, sebuah paradoks yang menggambarkan bahwa penggunaan teknologi tanpa pemahaman yang tepat tidak akan menghasilkan produktivitas yang maksimal. Guru didorong untuk tidak sekadar menggunakan AI, tetapi memahami cara berpikir dan strategi memanfaatkannya secara efektif.

Dalam sesi praktik, peserta diperkenalkan dengan berbagai platform AI seperti Claude AI, NotebookLM, dan Canva untuk membantu penyusunan administrasi guru, perencanaan pembelajaran, hingga pembuatan media pembelajaran yang lebih menarik. Para guru juga mendapatkan panduan langsung mengenai proses registrasi, pengaturan akun, serta teknik mengoptimalkan Claude AI agar mampu membantu menyusun perangkat pembelajaran secara lebih cepat dan sistematis.

Sementara itu, sesi kedua berfokus pada implementasi AI dalam menyelesaikan tantangan nyata guru di bidang pembelajaran dan administrasi. Peserta mempelajari konsep “Bahan Bakar” sebagai kumpulan data dan informasi yang akurat untuk menghasilkan keluaran yang berkualitas, serta “Mantra Sakti” sebagai instruksi yang digunakan untuk mengarahkan AI agar menghasilkan jawaban yang logis, sistematis, dan sesuai kebutuhan kurikulum.

Puncak kegiatan hari kedua ditandai dengan praktik penyusunan Capaian Pembelajaran (CP) menggunakan Claude AI. Para peserta mempelajari tahapan, sistematika, dan strategi penyusunan CP yang sesuai dengan alur berpikir kurikulum, kemudian langsung mempraktikkannya dengan pendampingan pemateri.

Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan. Banyak guru yang mengaku mendapatkan wawasan baru mengenai bagaimana AI dapat membantu mengurangi beban administratif sekaligus meningkatkan kualitas perencanaan pembelajaran.

Melalui pelatihan ini, YPPAF kembali menunjukkan komitmennya dalam menyiapkan guru yang adaptif, inovatif, dan siap menghadapi transformasi pendidikan di era digital. Pesan utama yang mengemuka pada hari kedua pelatihan ini adalah bahwa masa depan pendidikan bukan tentang guru melawan AI, melainkan guru yang mampu memanfaatkan AI untuk menghadirkan pembelajaran yang lebih efektif, kreatif, dan berdampak bagi peserta didik.

#alfiqoriyah#pelatihan#workshop#AI#silabus#cp#kemenag

Komentar (0)

  • Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!
Kembali ke Berita